Pengertian Ikatan Kimia
Ikatan Kimia adalah interaksi yang menjelasakan hubungan antar atom sehingga menjadi molekul ion, kristal, dan spesies yang stabil lainnya.
Jenis-jenis Ikatan Kimia;
1). Ikatan Ion
Ikatan ion terbentuk akibat adanya melepas atau menerima elektron oleh atom-atom yang berikatan. Atom-atom yang melepas elektron menjadi ion positif (kation) sedang atom-atom yang menerima elektron menjadi ion negatif (anion). Ikatan ion biasanya disebut ikatan elektrovalen. Senyawa yang memiliki ikatan ion disebut senyawa ionik. Senyawa ionik biasanya terbentuk antara atom-atom unsur logam dan nonlogam. Atom unsur logam cenderung melepas elektron membentuk ion positif, dan atom unsur nonlogam cenderung menangkap elektron membentuk ion negatif. Contoh: NaCl, MgO, CaF2, Li2O, AlF3, dan lain-lain.
![]() |
| Gambaran Ikatan Kimia Khusus Ikatan Ion |
Lambang titik elektron Lewis terdiri atas lambang unsur dan titik-titik yang setiap titiknya menggambarkan satu elektron valensi dari atom-atom unsur. Titik-titik elektron adalah elektron terluarnya.
2) Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (PEB). Ikatan kovalen umumnya terjadi antara atom-atom unsur nonlogam, bisa sejenis (contoh: H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2) dan berbeda jenis (contoh: H2O, CO2, dan lain-lain). Senyawa yang hanya mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.
Contoh ikatan kimia dalam kehidupan sehari-hari
Berdasarkan lambang titik Lewis dapat dibuat struktur Lewis atau rumus Lewis. Struktur Lewis adalah penggambaran ikatan kovalen yang menggunakan lambang titik Lewis di mana PEI dinyatakan dengan satu garis atau sepasang titik yang diletakkan di antara kedua atom dan PEBdinyatakan dengan titik-titik pada masing-masing atom.Ikatan kovalen terdiri dari :
Ikatan kovalen nonpolar terdiri dari:
sifat-sifat senyawa kovalen sebagai berikut:
a. Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2, Cl2, CO2), cair (misalnya: H2O dan HCl), ataupun berupa padatan.
b. Titik didih dan titik lelehnya rendah, karena gaya tarik-menarik antarmolekulnya lemah meskipun ikatan antaratomnya kuat.
c. Larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa di antaranya dapat berinteraksi dengan pelarut polar.
d. Larutannya dalam air ada yang menghantar arus listrik (misal HCl) tetapi sebagian besar tidak dapat menghantarkan arus listrik, baik padatan, leburan, atau larutannya.
. 3) Ikatan Logam
Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antar atom-atom logam. Ikatan logam terjadi akibat interaksi antara elektron valensi yang bebas bergerak dengan inti atau kation-kation logam yang menghasilkan gaya tarik. Contoh: logam besi, seng, dan perak. Ikatan logam bukanlah ikatan ion atau ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah teori lautan elektron. Menurut teori ini, atom logam harus berikatan dengan atom-atom logam yang lain untuk mencapai konfigurasi elektron gas mulia. Dalam model ini, setiap elektron valensi mampu bergerak bebas di dalam tumpukan bangun logam atau bahkan meninggalkannya sehingga menghasilkan ion positif. Elektron valensi inilah yang membawa dan menyampaikan arus listrik. Gerakan elektron valensi ini jugalah yang dapat memindahkan panas dalam logam.
Contoh terjadinya ikatan logam. Tempat kedudukan elektron valensi dari suatu atom besi (Fe) dapat saling tumpang tindih dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom Fe yang lain. Tumpang tindih antarelektron valensi ini memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bergerak bebas dalam ruang di antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe2+ dan 2 e–), maka terjadi gaya tarik-menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas ini. Akibatnya terbentuk ikatan yang disebut ikatan logam. Logam mempunyai sifat-sifat antara lain:
a. pada suhu kamar umumnya padat,
b. mengilap,
c. menghantarkan panas dan listrik dengan baik,
d. dapat ditempa dan dibentuk.
:
-Sifat fisika
Li
|
Na
|
K
|
Rb
|
Cs
| |
Bentuk Kristal
Kerapatan (g/cm3)
Titik lebur (oC)
Titik didih (oC)
Energi sublimasi (kj/mol 25oC)
Energi ionisasi I (eV)
Jari-jari atom (pm)
Jari-jari ion (pm)
Kalor hidrasi M (kj mol-1)
Eo(M+/M) (volt)
|
Kbb
0,534
179
1317
155,1
5,392
152
90
515
-3,040
|
Kbb
0,97
97,9
884
108,7
5,139
185
116
406
-2,714
|
kbb
0,87
63,7
760
90,0
4,343
231
152
322
-2,931
|
kbb
1,53
38,5
668
85,81
4,177
246
166
293
-2,925
|
kbb
1,873
28,5
705
78,78
3,894
263
188
264
-3,08
|
-Sifat kimia
Unsur alkali merupakan logam yang paling reaktif yang disebabkan oleh energy ionisasinya yang rendah sehingga mudah melepas electron.Kereaktifan meningkat dari atas ke bawah (dari Litium ke Fransium).
* Logam Alkali Tanah
1). Kelimpaha
Unsur golongan IIA berisi berilium, magnesium, kalsium, stronsium, barium, dan radium. Unsur ini disebut logam alkali tanah karena oksidasinya bersifat basa (alkalis) dan senyawanya banyak terdapat di Alam.
Unsur golongan IIA berisi berilium, magnesium, kalsium, stronsium, barium, dan radium. Unsur ini disebut logam alkali tanah karena oksidasinya bersifat basa (alkalis) dan senyawanya banyak terdapat di Alam.
. Berilium terdapat dalam mineral yang disebut beril. Kadang-kadang mineral ini ditemukan berupa kristal murni yang besar, dan bila digosok akan menjadi mutiara berwarna biru laut. Magnesium ditemukan dalam air laut (sebagai Mg2+) dan berbagai mineral, seperti dolomit dan kalnalit. Kalsium terdapat dalam air laut dan dalam berbagai mineral dengan bermacam komposisi, contohnya gypsum, batu kapur, dan dolomite. Magnesium dan kalsium juga terdapat dalam organisme. Stronsium dan barium sering ditemukan sebagai SrSO4 dan BaSO4. Radium bersifat radioaktif dan ditemukan bersamaan dengan mineral uranium karena merupakan hasil peluruhan U-238.
\\
2 ).Sifat Fisika Dan Kimia
-Sifat fisika
Sifat
|
Be
|
Mg
|
Ca
|
Sr
|
Ba
|
Ra
|
Bentuk Kristal
Kerapatan (g/cm3)
Titik lebur (oC)
Titik didih (oC)
Energi sublimasi (kJ mol-1 25oC)
Energi ionisasi (eV)
Jari-jari atom (pm)
Jari-jari ion (pm)
Kalor hidrasi M2+ (kJ mol-1)
Eo(M2+/M.V)
|
H
1,845
1284
2507
319,2
9,322
111
41
2385
-1,85
|
H
1,74
651
1103
150
7,646
160
86
1940
-2,37
|
Kbm
1,54
851
1440
192,6
6,113
197
114
600
-2,87
|
Kbm
2,6
770
1350
164
5,695
215
132
1460
-2,89
|
Kbb
3,5
710
1500
175,6
5,212
217
149
1320
-2,90
|
-
5
960
1140
130
5,279
-
162
-
-2,92
|
- Sifat kimia
1) Logam alkali tanah cenderung melepaskan dua electron valensi, sehingga senyawanya mempunyai bilangan oksidasi +2.
2) Kerapatan bertambah dengan naiknya nomor atom, karena pertambahan massa atom. Demikian juga jari-jari atom dan ionnya, disebabkan bertambahnya jumlah kulit elektronnya. Tetapi, energy ionisasi, kalor hidrasi, dan potensial reduksinya berkurang dengan naiknya nomor atom. Hal ini disebabkan oleh pertambahan jari-jari atom yang akan mengurangi daya tarik inti terhadap elektron atau partikel negatif di luar atom tersebut.
3) Nilai potensial reduksi (Eo) alkali tanah semuanya bertanda negatif, artinya logam ini lebih cenderung teroksidasi dibandingkan tereduksi.
4) Sangat reaktif sehingga umumnya dijumpai dalam bentuk senyawa kecuali berilium (Be).
5) Energi hidrasi ion alkali tanah lebih besar dari alkali, karena energy itu bergantung pada jari-jari ion dan besarnya muatan.

Thanks sangat membantu
BalasHapus